Say: Yes and No, Ba..Bi..Bu..Be..Bo..

Oleh: Averos Lubis

Pada Kamis (30/10) silam penulis dengan salah kawannya bernama Novrizal. datang untuk memenuhi undangan suatu seminar kebudayaan dengan Tema: konsorium komunikasi. Tak lupa, Novrizal alias Inov adalah anggota BEM untuk bidang pendidikan.

Lalu, tamu undangan yang datang di acara itu lumayan banyak yang datang, mahasiswa, lsm, siswa sma, guru, dan dosen. Acara seminar itu lumayan seru! Karena, penulis mendapatkan berbagai informasi serta pengetahuan baru. Meskipun protokol acaranya sering tak terkoordinasi dengan baik. .

Kemudian dalam acara seminar itu, banyak membahas mengenai sikap masyarakat ataupun Bangsa Indonesia dalam menghadapi budaya barat sekarang ini. Sehingga lambat laun budaya kita sudah mulai terkikis. Lantas timbullah pertanyaan bagaimana cara menghadapi agar budaya asing dapat kita terima, tanpa menghilangkan rasa cinta tanah air?

Walaupun, ketika berbicara mengenai suatu budaya, akan banyak aspek yang masuk didalamnya, bahkan sensitif dapat kita ungkapkan dalam membahas kebudayaan ini. Karena, memang tak semuanya budaya dari luar/asing mengandung kemudharatan. Kemaslahatan pun ada tentunya.

Namun dalam seminar itu, timbul pertanyaan dari penulis, apakah seminar ini cuma sekedar ba,,bi,,bu,,be,,bo saja tapi tidak dikatakan yes! sembari ada implementasinya dalam kehidupan sehari-hari. Ironi?

Tiba-tiba temanku Inov berkata, “Yes, must do it bro.” Lalu penulis pun menambahkan, “Of course, but in reality?”

Ada sebuah adagium berbunyi, “Siapa yang menguasai informasi, ia menguasai dunia” Dan tak dapat dipungkiri negara Eropa, Inggris, serta Amerika menguasai informasi di dunia ini. terutama Amerika dengan Inggris. Dan ada satu yang harus kita sadari, bahwa negara-negara maju itu mempunyai satu bahasa pergaulan yaitu, Bahasa Inggris. Namun, Bagaimana mau menguasai dunia, kalau salah satu bahasa pergaulan di dunia ini masih minim orang mau mempelajarinya bersungguh-sungguh. Kapan dikenal oleh dunia luar?

Kemudian temanku berkata lagi, “Itulah, makanya kita pun harus menguasai bahasa asing juga bukan? tak dapat aktif, pasif haruslah.” Lalu, Penulis bertanya lagi, “Ada jalan tak?”

Ia menjawab, “English club.” Wadah sebagai tempat kita bisa saling mencoba “speak up” nan jangan malu-malu.
So, Do you want join in English Club?

Tentang averoslubis

cute, santai dan yoman sajalah...
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s