What’s in a name?

Oleh: Averos lubis

Kala itu, sore hari yang damai. Tak lupa angin sepoy-sepoy yang terus berembus lembut, mengibarkan rambut gondrong penulis, laiknya sebuah bendera. Sore hari itu penulis berjalan-jalan di suatu tempat keramaian sekitar bilangan kantor Gubernur. Kebetulan ada tugas dari atasan untuk mengambil berapa petik gambar, di sekitar bilangan kantor Gubernur itu. Tanpa membuat waktu penulis langsung meluncur ke lokasi.

Tak lama berselang, sampailah penulis ke lokasi. Kemudian, dibukalah tas kamera dan ready untuk memotret. Jeprat..jepret.. beberapa angle diambil.
Lalu, ada sebuah sapaan merayap ke arah penulis, ketika mau mengambil angle foto yang lain. “Huy lubis!”
Mendengar sapaan itu, penulis cuek saja dan masih konsen membidik objek foto incaran. Tak menghiraukan sama sekali, dan masih seraya Jeprat..jepret.. saja.

Mengapa penulis mengabaikan sapaan orang yang memanggil Lubis tadi. Ya karena ini adalah kota Medan. Orang bermarga Lubis tak hanya penulis. Walau terkadang penulis dipanggil Lubis oleh kawan-kawannya. Namun jika itu masih di Depok. Sedangkan sekarang di Medan, pastilah banyak Lubis-lubis lainnya. Jadi penulis tak melihat, orang yang memanggil, “Huy Lubis” itu.

Lantas tiba-tiba orang itu, memegang pundak penulis sembari berkata, “Sombong banget kawan ini. “Sudah lupa ya?” tanya sang penyapa tadi.

“Siapa ya, sombong kenapa?” jawab penulis, “Kenal saja tidak.”
“Aih,,aih,,,macam kawan ini.”
“Macam apaan?” ya satu macamlah.”

Melihat reaksi penulis yang terusik nan mulai ketus, si penyapa SKSD (Sok Kenal Sok Dekat) ini mulai ragu bercampur bimbang.

Akhirnya sang penyapa berkisah: Dulu loh, kala touring bareng komunitas vespa blues ke Pantai Anyer, 2003 silam. Sekonyong-konyong, “Oh iya ingat,” kata penulis. “Tapi siapa namanya, sudah lama sekali ya?”

“Beny ini, anak Kemang. Vespa yang corak sapi, Ingat kan?” interogasinya seraya berharap mengingat ia.
“Oya…ya…” jawab penulis setengah yakin. Walaupun ingat akan touring ke Anyer 2003 silam. Namun siapalah gerangan ini? Dan memang amat banyak paras yang ikut touring ketika itu.

Pendek cerita, betapa pentingnya sebuah nama, apalagi dalam mengingatnya. Sehingga, hablum minanas tetap terjalin. Meskipun terkadang lupa, kita kurang nyaman dengan persona yang tak teringat dalam memori kita. Bahkan di flashback lama mengingatnya.

Agar preseden buruk ini tak terjadi lagi. Ingat-ingatlah sebuah nama seseorang manakala ia mengingat kita, tapi kita tak mengingatnya. Oh God, please give me strong memory….

Tentang averoslubis

cute, santai dan yoman sajalah...
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s