Selayang Pandang Si Pulau Pandang!

Oleh Averos Lubis

Pulau Pandang? Lucu ya namanya? Pulau apa itu? Penuh pertanyaan sang hati kecil ketika akan diajak ber-adventure ke sana. Oya, Pulau Pandang merupakan salah satu pulau terluar yang berada di perairan Sumatera Utara. Dan bila ingin bergerak ke sana kita harus melalui Selat Malaka dahulu.

Nah pada 12 Juni 2010 lalu, penulis featuring Green Family Adventures (GFA) berpetualang bersama. Tak diduga betapa seru ke sana! Yes, inilah selayang pandang (baca: sepintas lalu) si Pulau Pandang! Pulau ini dijaga oleh Departemen Perhubungan. Petugas navigasi sebutan bagi mereka. Luas Pulau Pandang sekitar 8 Hektar nun jauh di Desa Bogak, Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batubara.

Dari awal janjian pukul 11.00 kumpul di depan Plaza Yang Lim yang berada dibilangan jalan Emas, Medan. Lalu, niat sejurus kemudian meluncur. Eh, ternyata harus menunggu berapa jam lagi baru dapat meluncur. Seperti biasa banyak yang ngaret (baca: datang terlambat). Baru saat waktu menunjukkan sekitar pukul 13.00 lewat. Rombongan on the way (baca: gerak) menuju Batubara, menempuh waktu perjalanan hingga empat jam lebih.

Pukul 17.30 sore sampailah penulis di kabupaten Batubara, tepatnya di pelabuhan Tanjung Tiram. Sekaligus tempat untuk menyeberang ke Pulau Pandang. Pendek kata, disewalah kapal nelayan untuk membawa seluruh rombongan. Kurang lebih 20 orangan. Otomatis kapal yang disewa harus dua. Saat itu sayang sekali kapal besar lagi tak cari sewa. Kalau ada, lebih baik naik kapal besar, dibanding kapal kecil nelayan. Ya, kita bisa hitam legam. Ha-ha-ha. Harus siapin jacket ataupun sweater untuk terlindungi dari sengatan matahari. Ongkos nyebrang bila naik kapal kecil mencapai Rp 600.000-Rp 900.000. Lain dengan sewa kapal besar kisaran harga sewanya Rp 2000.000.

Dua Jam Lebih

Kira-kira hingga dua setengah jam perjalanan melewati Selat Malaka. “Dua jam setengah kita ke Pulau Pandang,” bisik nelayan yang membawa rombongan. Sontak, langit sudah gelap, eh nggak diduga pukul 20.00 malam tiba. Meski desing mesin kapal tetap setia menemani rombongan. Namun rombongan belum dapat mendarat ke bibir pantai. Karena air surut, mau tak mau harus menunggu hingga dua jam-an lebih hingga air pasang kembali. Tentu terombang-ambing rombongan di lautan seraya mencoba peruntungan dengan memancing. Lama ditunggu, jam pukul 23.00 air pasang, sampai jugalah ke darat. Ya, Pulau Pandang: I’m Coming.

Sebutan Pulau Pandang agak asing didengar oleh penduduk sekitar. Bahkan akan bengong sembari bertanya: apa ada Pulau Pandang? Kamu tanya pulau apa nak? Penulis pun setengah bingung mendengar jawaban salah satu nelayan di Tanjung Tiram itu. Lain hal, bila kita bilang: Pulau Pandan lho pak? Oh, Pandan…dua setengah jam nyebrang ke pulau itu, dari pelabuhan sini (maksudanya Tanjung Tiram). Ucap lugas sang nelayan dengan memamerkan senyum cengar-cengir agak cool-nya. He-he-he…Maklum, orang tua.

Kenapa Pulau Pandang kurang famous (baca: terkenal) oleh penduduk sekitar? Ya, karena yang mengetahui pulau itu hampir rata-rata nelayan yang memancing ke laut, kelompok pecinta alam, dan penyuka mancing saja. Penduduk masih sering memilih Pantai Bunga maupun Perjuangan sebagai tempat rekreasi. Dan itu tidak terlalu jauh dari pelabuhan Tanjung Tiram.

Berbagi informasi: jangan lupa bawa stok Rokok bagi kaum pria yang demen merokok. Karena bakalan “asam” banget tidak bisa merokok seharian. Kalau tidak siapin stok rokok. “Saya, kalau ada yang datang ke pulau ini, harap banget pengunjung bawa rokok. Soalnya nggak setiap hari nelayan datang ke sini. Jadi kalau nggak ada rokok. Asem kali bah!” curhat Pak Zul, petugas Navigasi berumur hampir setengah abad. Tentu peralatan P3K plus obat-obatan, sunblock, lotion antinyamuk, peralatan mandi, pakaian kudu (baca: harus) dibawa. Plus uang sesuai kebutuhan saat berkunjung. Tidak perlu memakai perhiasan berlebihan bagi kaum wanita. Biar safety ber-adventure-nya!

Panoraman Pulau Pandang

Hmm… bagaimana jika bicara kemolekan nan keindahan panorama rupa alamnya? Nggak kalah prikitiw-lah! Tampak, dari pasir putih yang halus, banyak batu-batu besar yang menjorok di tengah pantai. Dan ikan kecil yang “bermain” di antara bebatuan kecil. Bahkan karang-karang muda mulai tumbuh di dasar laut. Seru untuk pecinta snorkeling.

Lalu, diapit oleh dua pulau yaitu Pulau Berhala dan Pulau Salah Nama. Untuk Pulau Berhala dijaga oleh anggota TNI, sedangkan Pulau Salah Nama. Pulau tak bertuan, namun bermecusuar.

Walau bukan tujuan Wisata sejatinya. Namun banyak mengunjungi Pulau Pandang. “Pulau ini bukan tempat pariwisata, tapi banyak juga yang mengunjungi untuk santai serta menikmati suasana panorama alamnya,” ungkap Suherwan (45), Ayah beranak tiga ini. Sekaligus ia menjabat Kepala Instalasi Mercusuar Pulau Pandang. Di sini, banyak juga pemancing untuk mampir. “Asyik memancing di sekitar kawasan Pulau Pandang. Ada ikan talang, kerapu, bahkan cumi,” tambahnya. Saat di Pulau ini rombongan GFA tak mau ketinggalan mencoba diving dan snorkeling. Tak muluk-muluk besar juga potensi wisata di pulau ini.

Yang Unik di Pulau Pandang

Oya guys, Departemen Perhubungan Distrik Navigasi yang menjaga Pulau ini, mereka berjumlah 5 orang penjaga navigasi plus disediakan pula rumah tinggal bagi penjaga plus lengkap dengan toilet. Petugas navigasi mulai masuk menjaga sejak tahun 1977, sekaligus disyahkan melalui Daftar Suar Indonesia (DSI) PETA Internasional. Adanya Mercusuar menengarai batas wilayah negara. Khusunya jalur laut. Dan sebagai lalu lintas para pelaut. Berhati-hati akan batu karang.

Tak lupa, ada balai tempat untuk berteduh. Cocok banget yang mau sekedar golek-golek (baca: tidur-tiduran) malas, sehingga kita terlindung dari sengatan matahari. Bukan hanya itu, Puluhan pohon kelapa, mangga, ada jambu tumbuh di sekitarnya.

Namun saat penulis datang. Sayang seribu sayang buah-buahan tadi belum berbuah. Nah, seru bukan berpetualangan ke sini? Satu lagi nih, hal unik yang ada di Pulau Pandang. Hewan bernama kucing banyak banget! Jumlah populasi mereka mengalahkan penjaga navigasi. Ha-ha-ha. Usut punya usut cerita kucing tersebut peliharaan para penjaga navigasi yang lawas kala menjaga Pulau Pandang penuh tanggung jawab.

Kata seorang penjaga navigasi, terdapat sebuah batu alam besar yang terbelah dua yang dianggap keramat untuk tempat sembahyang dan berdoa orang Tiong Hoa dan Jawa. Namun, saat disambangi penulis, batu alam besar dibilang tadi sudah tertutup rimbunan dahan pohon. Oya, terkadang entah berapa bulan sekali ada saja pengusaha yang ingin ber-woles (baca: santai) di Pulau Pandang. Usut punya usut kadang suka menyumbang untuk membangun fasilitas seperti tempat duduk dan balai-balai yang dinikmati bila berkunjung ke sana.

Kita pun dapat melakukan Snorkeling, hunting foto, diving. Berolahraga pun bisa. Kita bisa menaiki bukit menuju Mercusuar berada. Bagi yang jarang olahraga, lelah juga perjalanan ke Mercusuar. Namun sayang kalau hanya sekedar bermain air di pantai. Kalau nggak jalan-jalan ke Mercusuar. Karena kita dapat memotret sekitar pulau. Dari puncak di atas Mercusuar semuanya tampak. Kita pun dapat membidik angle keseluruhan pulau. Kala memotret bila memabawa DSLR.

Dengar-dengar cerita penduduk sekitar, nama Pulau Pandang diambil dari kisah seorang raja dari Sumatera Barat yang sempat menguasai pulau ini dahulu kala. “Ini hanya sekedar mitos yang dibicarakan di kalangan masyarakat sini,” ujar Suherwan (45). Kebenarannya? “Ya, belum tentu bisa kita anggukan kepala untuk ucapkan iya,” tambah Ayah beranak tiga ini.

Namun, jika ditautkan sedikit demi sedikit ada kemiripan nama wilayah di dekat kawasan Batubara. Misal aja, nama kawasan Limapuluh. Di Sumatera Barat, ada juga lho nama daerah Lima Puluh. Tepatnya Lima Puluh Kota. Percaya nggak percaya deh? He-he-he.

Tentang averoslubis

cute, santai dan yoman sajalah...
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

52 Balasan ke Selayang Pandang Si Pulau Pandang!

  1. averoslubis berkata:

    Pulau yang Indah. Dan tak disangka ada pula…
    Mari main2 ke sini…

    • backpaper berkata:

      disana ada tempat penginapan gak? berapa?

      • averoslubis berkata:

        Di sana nggak ada tempat penginapan bang. Cuma ada bale-bale gitu. Terus, kita bisa pasang tenda kok. Nah, untuk harga pembayaran berkunjung di sana belum ada harga yang pasti. Asal kita bawa makanan plus minuman kepada para penjaga pulau kita pun dapat nginap di sana. Sebab, pengalaman penulis seperti itu,saat berkunjung ke pulau tersebut…

      • averoslubis berkata:

        Di sana nggak ada tempat penginapan bang. Cuma ada bale-bale gitu. Terus, kita bisa pasang tenda kok. Nah, untuk harga pembayaran berkunjung di sana belum ada harga yang pasti. Asal kita bawa makanan plus minuman kepada para penjaga pulau kita pun dapat nginap di sana. Sebab, pengalaman penulis seperti itu,saat berkunjung ke pulau tersebut…

    • Iwank Chikini berkata:

      gima buat akses masuk pulau nya brother,melalui via ap buat msuk k pulau tersebut.

      • averoslubis berkata:

        Kita bisa liwat speed boat atau kapal tongkang. Semua tergantung piti🙂..
        Kebetulan saya waktu itu nyebrang dari pelabuhan Tanjung Tiram, Batubara..

  2. hanifah berkata:

    ada hutannya gak disana mas?

    • averoslubis berkata:

      Di sana gak ada hutannya mbak. Hanya pulau kecil. Namun, berpanorama indah plus bisa snorkeling dan mancing gitu🙂

  3. wiyono berkata:

    pulau pandang is the best oiy……!!!! q bru dari sana 24 a[pril 2011…

  4. uwie berkata:

    disana ada sinyal gak ?
    penduduk disana ramah2 kan?
    yang harus dipersiapan apa aja yah…?

    • averoslubis berkata:

      Ada sinyal kok. Tapi, kita harus keujung -ujung dekat bibir pantai gitu. Baru dapat sinyalnya. Di sana juga ada televisi. Namun, sinyalnya engak sebagus kalau kita nonton teve di kota. Di sana tidak ada penduduk, yang ada hanya para penjaga mercusuarnya aja mbak. Kalau barang yang disediakan. Standar aja, palingan bawa autan aja kali ya. he-he-he. Satu lagi yang penting saat kita udah di pulau. Kita bawa aja banyak makanan. Mulai dari ringan-berat. Sebab, para penjaga mercusuar juga sudah senang ada tamu yang mau singgah ke Pulau Pandang ini. Apalagi bawa banyak makanan…

  5. pingin jg main k pulaunya
    keren jg buat hunting foto, di sana. nambah 1 objek buat hunting foto,🙂

  6. saya pernah kesiniiii..bersama rombongan navigasi…
    cantikk pulaunyaa…kalah deh bali..
    hehhehehe..

    Tapi gak ada y jualan…susah beli makanan hehhee..

  7. fadlydarmawan berkata:

    wow sungguh indah negeriku tanjungtiram

  8. ADri berkata:

    disana bs ngecas HP atw camera gak?
    klw k sna pkai surat izin dari kantor dinas stempat ya?????
    bs pnjam p’lngkapan dapur sm penjaga’a???
    thanx sblum’a………….yyyy

    • averoslubis berkata:

      Bisa. Di sana ada gardu listrik. Dan sinya hp juga bisa. Asal, kita agak ke ujung pantai. Sebagai saran, mending bawa kartu Telkomsel. Kalau ke sana tak perlu pakai surat izin dari dinas. Tinggal datang ke sana dan mengobrol saja dengan penjaga pulau. Mereka sangat welcome..

  9. ozie lubis berkata:

    ada penginapan ny gk gan d saana?
    kira” bulan 4 nh aku mau bawak tamu maen” kesana ?

    • averoslubis berkata:

      Bang Ozzie yang baik, di sana tidak ada penginapan resmi saat saya berkunjung liputan ke sana. Namun, di sana pihak penjaga pulau menyediakan tempat berupa bale2 untuk dapat tidur bagi siapa yang mau berkunjung. Dan air bersih juga tersedia di sanan. Sekedar infomasi tempat itu bukan objek wisata. Tapi, pulau terluar di selat malaka. Akan tetapi, banyak pecinta jalan2 berkunjung ke sana. Ketika itu saya diajak oleh kelompok Grand Familly Adventure (GFA) di Medan.

      Nah, di sana pada umumnya penjaga pulau sangat welcome terhadap tamu yang datang untuk menginap di Pulau pandang. Asal kita membawa beberapa stok makanan dan minuman bagi para penjaga.

  10. anella berkata:

    hehehe ..
    maaf ni mas sebelumnya ..
    penjaga disana baik2 kan ??
    pengin kesana ni mas ..
    cuma rombongan kebanyakan cewek, cowok sekitar 2 orang gitu..

    da gtu saran mas yang baik tu kalau kesana nginap atau pulang hari ?
    makasi ya mas ..🙂

    • averoslubis berkata:

      Untuk menjamin penjaganya baik atau tidak. Ketika itu kita dijamu dengan baik mbak. Namun, kalau mbka pergi ke sana lebih banyak ceweknya. Usul saya, jangan menginap ataupun harus bawa rombongan anak laki2nya lebih banyak saja. Buat jaga-jaga saja. Sebab saat itu, saya berkunjung ke sana rombongannt hampir 20 orang dan perbandingan cewek dan cowoknya hampir berimbang. Saran saya lebih baik mencegah, dibanding mengobati bukan? he-he-he..

      • anella berkata:

        ok mas..
        Jadi tenang rasanya..
        hehe
        kalau pergi pagi sktr jam 8, sore sktr jam 4 da bsa kembli kepelabuhan kan mas ?
        pemandangan disana gak mengecewakan kan mas ?

        mas anggota petualang ya ?

      • averoslubis berkata:

        Kalau dari dermaga ada sekitar 2 jam menuju pulau mbak. Itu lantaran saya naik kapal ikan tongkang. Jadi agak lama. kalau kita naik speedboat, pastinya lebih cepat mbak.

        Nah, tinggal mbak yang memilih selera mau naik kapal apa. Kebetulan saya waktu itu masih menjadi reporter di salah satu media grup harian Analisa di Medan, Majalah Aplaus namanya. Dan saya diajak oleh teman2 dari Grand Family Adventure (GFA) untuk ikut ke Pulau Pandang. Kini saya sudah tidak di Aplaus lagi. Sekarang di Majalah GATRA Jakarta🙂

  11. mantap bg kami dari backpacker muda thanks bgt sama infonya….ohhh abg ni yg ngeliput di aplaus…….mantap2 bg.,.,gara2 aplaus kita jadi tertarik kesini bg.,.,mantappp//././.

  12. abgku…satu pertanyaaan lagi.,.,itu klo kita udah nyampe ke pulaunya…trus nginap la beberapa hari…nah klo mau balek tu gmana bg?????

    • averoslubis berkata:

      Kita harus sewa dan ada kesepakatan dengan kapal yang kita sewa adinda. Berdasarkan pengalaman saya, para nelayan di sekitar Tanjung Tiram itu selalu menawarkaa jasa penyeberangan ke Pulau Pandang. Well, tinggal bagaimana cara melobby mereka dengan harga dan waktu yang sesuai dengan kesepakatan saja🙂

  13. fina berkata:

    Kalo mau snorkling apa dsana ad peralatanny gan?

  14. anella berkata:

    ok mas, terimah kasih atas informasinya .
    saya kira mas salah satu anggota adventure , dan jika ia apakah masi diperbolehkan bila saya masuk ke group itu mas.
    Hehe ..
    Jika da kata2 saya yg salah, saya minta maap y mas..

    G0od luck , and
    Salam kenal ..
    (:🙂

    • averoslubis berkata:

      He-he-he.. tak ada yang salah kok… Biasanya yang mau menuju ke Pulau Pandang ada beberapa pegiat alam yang mengadakan kegiatan untuk ke sana… Ketika itu saya diajakak teman2 dari GFA (Green Family Adventure) di Medan🙂

      • anella berkata:

        pemandangan disana gak mengecewakan kan mas ??
        pingin kalii kesana ni mas , cuma tak da kwann..
        oiia wktu tu mas ngelewati pulau salah nama gak ??

      • averoslubis berkata:

        Bagi saya pribadi yang sudah pernah ke Bali dan pantai Phuket, Thailand. Pulau Pandang, tak mengecewakan mbak. Cuma kalah sepi saja itu pulah. Nah, Pulau Salah nama tak sempat saya kunjungi. Lantaran waktu saya, tak banyak dan tak ada kesempatan mbak kala itu🙂

  15. Albara berkata:

    Ass,mas saya penasaran nich pernah ada teman dari fish forum bilang di Pulau Pandang banyak binatang nya(ikan)nya jd bs mancing gitu mas?dan ada spot mancing nya ya mas?sblm nya thank’s atas info nya mas.

  16. raymon katela berkata:

    gan kami dr Backpacker Medan http://www.facebook.com/groups/backpackermedan/367401119998816/?notif_t=group_comment_replymau maen kesana la…ada no hp penjaga pulau pandang n pemilik kapal….
    klu ada tolong sms in ke no saya di 081370224082 ya…tq
    raymon katela

    • averoslubis berkata:

      Dulu saya ada nomer kontak seorang nelayan di sana. Tapi, nanti saya coba minta sama kawan-kawan GFA yag mengajak saya saat itu Bang. Salam kenal…

  17. bang,bale2’a terbuka y? atau kyk rmah gtu?

  18. fadhly berkata:

    bg letak persis pulau nya dimana ya? ap dkt daerah sibolga bg ?

  19. olivia berkata:

    nice place…… tempat yang sangat indahhh,, pengen lagi kesanaaa

  20. Bg ada beberapa hal yg ingin saya tanyakan..?
    – Para penjaga mercusuarnya menyewakan peralatan snorkeling tidak..?
    – Kalo kapal kecil nelayan itu maksimal muatnya berapa org ya bg..?
    – harga sewa kapal nelayan seperti yg abg tulis diatas, itu harga PP kan..?
    – Kalo kami ada 10 orang, kira2 berapa budget per orangnya bg..?

    Mohon dijawab ya bg , terima kasih

    • averoslubis berkata:

      Ketika itu saya, bersama sebuah komunitas yang sedang berlibur ke Pulau itu. Jadi peralatan sudah dibawa oleh komunitas tersebut. Kalau untuk pihak penjaga mercusuar menyediakan alat-alat snorkeling saya kurang tahu. Apalagi Pulau Pandang sudah sering dikunjungi oleh komunitas lainnya. Bisa saja sekarang mereka mulai berbisnis seperti itu. Tapi, lebih baik bawa alat sendiri saja. Nah, untuk ongkos PP, menurut nelayan yang saya wawancancara taksiran angkanya seperti itu untuk PP. Tapi, di dermaga pun tiap nelayan punya rate harga yang beda-beda. Kita bisa nego kok di sana. Tinggal pintar-pintar kita melobby. Pada umumnya, nelayan hanya mengantarkan lalu pulang. Dan dia akan datang kembali sesuai kesepakatan para penyewanya. Salam..

  21. Salam Kenal bang…
    Saya ada rencana ke pulau pandang.. tapi masih bingung.. klo boleh nanya..
    1. Klo berangkat dari medan pakai mobil ada tmpt titip mobil gak bang? aman kah? Soalnya saya gk punya kenalan di daerah batubara.. yg ada sih di limapuluh.. dari limapuluh jauh gak bang?
    2. Kesana memang bener2 gak pakai surat izin kah? takutnya harus pakai gitu…
    3. Klo nginap gmn ya bang? aman gak? soalnya bawa cewe beberapa.. takutnya gimana gimana..🙂
    Terimakasih atas bantuannya.. sukses bang..

    • averoslubis berkata:

      Kalau kita bâưa mobil. Kita akan numpang nitip di pelabuhan. Dan itu ada charge-nya sâma pemuda di sana. Sebab, saât itu mobil rombongan yang mengajak saya menitipkan mobil dipelabuhan. lalu ketika sâya pergi ke sana tidak surat ijin. Kalau inap, aman kok. Yang penting kita ngomong2 aja ke penjaga pulau itu. Dan bâưalah banyak makanan dan rokok. Biasanya pẩ nelayan di pelabuhan punya link tersendiri untuk mengajak pẩra bacpaker berkunjung ke sâna kok. Tinggal pandai-pandai kita untuk menawar hảrganya.🙂

  22. kalo diriin tenda bisa gk mas bro???

  23. M. yasir berkata:

    bg mau nanyak soal sewa penyebrangan ni…
    pasaran uang sewa kapalnya berapaan ya ???
    thank you

    • averoslubis berkata:

      Sebetulya tinggal bagaimana kita menego dengan nelayan di Dermaga bung. Ketika itu saya pun hanya ikut meliput. Jadi bebas dari biaya. Salam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s