Kapiten, Pesan Semimatakena, Eh, si Luis Figo

“Aku seorang kapiten/Mempunyai pedang panjang

/Kalau berjalan prok prok prok/Aku seorang kapiten…”

Ingatan saya pun kembali ke masa saat kelas 3 Sekolah Dasar lalu. Penyebabnya, Lirik lagu yang terkenal pada jaman sekolah dasar itu. Dinyanyikan kembali oleh seorang bocah belasan tahun. Saat singgah di rumah makan. Katanya, kalau aku nyanyiiin lagu ini aku bisa jadi kapiten bang. Ucap bocah itu penuh kepolosan kepada saya. Dan Kebetulan ketika itu saya lagi di Tanjung Morawa. Dalam tugas liputan dari kantor pusat Gatra.

Dia menambahkan lagi, lagu itu diajari oleh guru saya bang. Enak bapak itu nyanyikannya. “Tapi, guru saya bukan orang kita Batak. Dia orang Timor-Timur, Bang. Tinggi, kulitnya legam,” sebut anak itu akan ciri-ciri guru yang mengajarkan lagu Kapiten kepadanya. “Oya, begitu ya,” jawab saya. Lalu, ada enggak kata gurunya, kalau nyanyiin itu harus jadi Kapiten juga. Tanya saya balik. “Oh ada bang, tapi enggak harus jadi Kapiten laut. Jadi Kapiten apa saja bisa bang,” kata si anak bijak.

Misalnya? Saya bertanya lagi. “Misalnya kita bisa jadi Kapiten kerja borongan, macam kerjaan ayah saya,” kata si anak itu. “Atau juga jadi Kapiten pas waktunya shalat, alias jadi imam, bang.” Sungguh mantap bocah ini berkata. Saya agak kagum kepada si anak itu. Padahal, melihat badannya yang kecil, belum lagi kurus dekil, ternyata dia anak yang bijak. Kemudian, saya gantian bercerita. Saya juga punya guru dari Timor-Timur pas SD dulu. Namanya Semimatakena. Badannya besar, berotot, kumisnya menantang pula. Dia sekaligus guru senam SKJ dulu. Nah, lagu Aku Seorang Kapiten itu, dialah yang mengajarkan kepada abang waktu itu.

Adapun dia berpesan, kalau kalian nyanyikan lagu, Aku seorang Kapiten, kalian pun harus jadi Kapiten. Kalau enggak datanglah Portugis lagi ke Indonesia. Jika sudah datang dan masih belum jadi. Habislah kalian. Tak ayal, hingga sekarang Pesan pak Semimatakena masih tetap terngiang-ngiang. Sontak, si bocah berkata, kata guru awak gitu juga bang. Kalau nyanyiin lagu, Aku seorang Kapiten. Kita enggak jadi Kapiten, Datang lagi Portugis. Makanya aku, rajin belajar. Soalnya, orang Eropa takut sama orang pintar.

“Benarnya itu bang?” Agak lama penulis berpikir, kemudian berkata, “Benar itu dek. Buktinya udah nyata kok. Luis Figo sudah mau datang ke Indonesia,” ujar saya. “Namun, dia datang bukan menjajah dek. Melainkan, orang Indonesia bayar lewat iklan masyhur itu. Yang mencari beberapa anak Indonesia yang jago bermain bola.”

Sang bocah senyum kecut, lantas berujar, “Ah, abang. Apa pula itu……”

Tentang averoslubis

cute, santai dan yoman sajalah...
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Kapiten, Pesan Semimatakena, Eh, si Luis Figo

  1. Ping balik: Tweets that mention Kapiten, Pesan Semimatakena, Eh, si Luis Figo | Averoslubis's Blog -- Topsy.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s