Berita Judi Menyulut Aksi

Kantor harian Orbit di Medan diserang sekelompok orang tak dikenal. Diduga terkait dengan pemberitaan tentang kasus perjudian yang melibatkan sebuah perusahaan besar. Ada oknum tentara terlibat.

Sekelompok orang berjumlah sekitar 20 orang tiba-tiba saja menyerbu kantor Harian Orbit di Medan, Sumatera Utara, Selasa malam pekan lalu. Tanpa ba,bi,bu, mereka merusak alat-alat kantor dan memukuli awak harian tersebut. Redaktur bidang kota Abdul Rasyid, penata letak Ansari Hasibuan, dan seorang loper koran bernama Ramli menjadi korban. “Saat itu, saya sedang asyik nonton televisi, tiba-tiba mereka masuk dan langsung memukul wajah saya,” ujar Ansari kepada Gatra.

Para penyerang datang sekitar pukul 10.00 malam waktu setempat, dengan mengendarai mobil mewah bernomor BK 44 HH dan sejumlah sepeda motor. “Mana wartawan yang memberitakan ini,” teriak seorang penyerang begitu masuk ke ruang kantor yang terletak di Jalan Tengku Amir Hamzah itu. Berita dimaksud adalah berita seputar dugaan keterlibatan PT Wahana Dewata Mandiri (WDM) dalam penyelenggaraan judi model baru yang dilansir harian itu sebelumnya.

Diserang secara mendadak, para awak redaksi berhamburan menyelamatkan diri. Pemimpin Redaksi Harian Orbit, As Atmadi, diselamatkan rekan-rekannya ke lantai III. Kru redaksi lainnya berjaga-jaga dengan berbagai peralatan seadanya. “Kami langsung ke lantai III saat terjadi serangan mendadak ke kantor,” kata Maruli Agus Salim, wakil pemimpin redaksi. Maruli juga langsung berinisiatif mengontak rekan-rekan media lain dan aparat kepolisian mengabarkan penyerangan itu.

Tak berhasil menemui pemimpin redaksi, para penyerang pun mengamuk dan merampas telepon genggam milik As Atmadi yang tertinggal di meja kerjanya. Penyerangan berlangsung lebih dari 30 menit. Setelah puas, penyerang pergi begitu saja meninggalkan ruangan kantor yang berantakan. Tak lama, petugas polisi berdatangan. “Penyerangan malam hari itu diindikasikan akibat berita judi,” kata Atmadi kepada Gatra.

WDM sebenarnya adalah perusahaan yang bergerak di bidang penjualan produk teh, kopi, dan gula pasir. Tapi perusahaan ini dicurigai juga menjalankan usaha ilegal: perjudian. WDM diketahui menyebar kupon berhadiah pada produk-produk yang dijual. Anehnya, tak seperti undian produk biasa, produk berisi kupon yang dijual PT WDM dihargai berbeda sesuai dengan jumlah nomor tebakan yang disediakan perusahaan.

Jika satu produk non-kupon dihargai Rp 2.000, produk yang berkupon harganya di atas harga resmi tersebut. Kupon-kupon tersebut kemudian akan diundi dan pemenangnya mendapat hadiah yang telah ditentukan. Banyak pihak curiga, undian ini adalah kegiatan judi terselubung lantaran semua produk yang berisi nomor undian pasti mendapat hadiah.

Direktur Umum WDM Lamsar Saragih membantah tudingan itu. Perusahaan yang baru di-launching 30 April lalu itu, katanya, sama sekali belum beroperasi. Ia juga mengaku tidak tahu-menahu soal penyerangan terhadap kantor Harian Orbit. Menurutnya, beberapa awak WDM melakukan penyerangan tanpa memberitahu dirinya sebagai pimpinan.

Usai penyerangan, barulah ia diberitahu para stafnya. “Kalau saya tahu, saya tidak menginginkan terjadi pengrusakan. Ada cara terbaik, sebab kami juga punya kuasa hukum,” ujarnya. Meski begitu, ia meminta maaf atas kejadian penyerangan tersebut. “Sebagai pimpinan, saya minta maaf kepada seluruh media di Sumatera Utara, khususnya kepada Harian Orbit,” ia menambahkan.

Ia juga menyayangkan tindakan harian tersebut yang menurunkan berita tanpa klarifikasi. “Kami tidak pernah diklarifikasi,” tuturnya.

Tapi As Atmadi membantah pihaknya tidak melakukan klarifikasi. “Kami telah suruh wartawan untuk konfirmasi, tapi diusir. File foto dihapus, saat mengabadikan kantor tersebut,” kata Atmadi. Lamsar gantian menyanggah keterangan Atmadi. Ia mengaku perusahaanya tak pernah mengusir wartawan. “Dari dulu saya dekat dengan wartawan,” kata Lamsar.

Ratusan wartawan dan berbagai elemen masyarakat melakukan aksi unjuk rasa mengutuk peristiwa ini. Para jurnalis menilai tindakan tersebut sebagai tindak kriminalisasi kepada pers. “Tidak dibenarkan melakukan aksi kekerasan kepada media, sebab ada hak jawab yang dapat digunakan,” kata Rika Yoesz, Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Medan, kepada Gatra.

Rika menyadari, belum semua pihak memahami bagaimana menyelesaikan masalah dengan media. Undang-Undang Pers masih jarang dipahami oknum-oknum yang berhadapan dengan media. Akibatnya, masih sering terjadi aksi penyerangan atau pemukulan terhadap wartawan ketika terjadi suatu pemberitaan yang dianggap merugikan satu pihak.

Sementara itu, pihak kepolisian masih terus melakukan pengusutan atas kasus tadi. Polisi telah menetapkan tujuh tersangka pelaku penyerangan, termasuk Lamsar Saragih. Mereka dijerat dengan Pasal 170 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang tindak pidana pengeroyokan dengan ancaman pidana lima tahun penjara. “Jumlah tersangka dimungkinkan bertambah, tergantung proses pemeriksaan,” kata Kepala Kepolisian Sektor Medan Barat, Komisaris Arke Furman Ambat.

M. Agung Riyadi, dan Averos Lubis (Medan)

Beking itu Berinisial Letkol X
Penyerangan terhadap kantor Harian Orbit ditengarai dibekingi oknum Tentara Nasional Indonesia (TNI). Maruli Agus Salim mengatakan, usai serangan, sekitar pukul 12.00 malam, seorang oknum militer berpangkat letnan kolonel yang mengaku bertugas di Kodam Bukit Barisan datang ke kantor harian itu. “Berita kalian pun tidak benar ini,” begitu kata sang letkol seperti ditirukan Maruli.

Dengan nada emosional, sang letkol yang mengaku bernama Mr. X itu juga memerintahkan Maruli mencatat barang-barang yang rusak. “Saya datang ke sini dengan maksud menyelesaikan secara kekeluargaan. Jadi tolong kalian catat apa-apa yang rusak, agar kami ganti besok,” kata Letkol X.

Maruli kemudian mendapat informasi soal siapa sang letkol tersebut dari seorang intel polisi. Letkol X, menurut intel tersebut adalah Kepala Pusat Komando Pengendalian Operasi Komando Daerah Militer I/Bukit Barisan (Kodam I BB) berinisial IB. “Pangkatnya memang letnan kolonel,” tutur Maruli.

Saat sang letkol datang, sebenarnya masih ada beberapa petugas polisi yang berjaga-jaga. Namun mereka tak bisa berbuat apa-apa. “Mana mungkin kita tangkap letkol,” kata seorang petugas seperti ditirukan Maruli. Ia menduga, sang letkol menjadi beking praktek perjudian berkedok menjual produk berkupon yang dikelola WDM.

Dengan adanya dugaan keterlibatan oknum TNI, Pemimpin Umum Harian Orbit, Mahsin, SH, pun melaporkannya kepada Panglima Kodam I Mayor Jenderal TNI Leo Siegers. Selain itu, pihak Harian Orbit juga mengadukan oknum letkol tersebut kepada Detasemen Polisi Militer (Denpom) I/5 Medan. Pihak Pomdam pun telah menindaklanjuti laporan ini. Letkol yang dimaksud diperiksa.

Saat ini, Pomdam telah meminta keterangan saksi dari Harian Orbit, yaitu Maruli, Dipa Suwanda dan Abdul Rasyid. Dipa mengaku sempat mengonfirmasi IB. Menurut Dipa, IB mengaku telah datang ke kantor Harian Orbit. “Saya datang kemari untuk mengajukan ganti rugi. Hitung semua berapa nilai kerugian, biar saya ganti semua,” kata IB seperti ditirukan Dipa.

Selain oknum TNI, penyerangan itu juga diduga dilakukan oknum yang mengaku wartawan. Menurut, Rasyid para penyerang ada yang memegang kartu pers, namun entah dari media mana. “Saya juga wartawan, sambil menunjukkan kartu persnya,” Rasyid menirukan ucapan salah seorang penyerang yang mengaku sebagai wartawan itu.

Pihak Harian Orbit berharap kasus ini segera dituntaskan. “Agar tak ada lagi pihak yang menyepelekan peran pers dalam melakukan kontrol, dengan melakukan tindak kekerasan,” kata Maruli.

M. Agung Riyadi, dan Averos Lubis (Medan)

Tentang averoslubis

cute, santai dan yoman sajalah...
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s