Sekolah Bermutu buat yang Ingin Maju

Sekolah Kristen Protestan ini menampung siswa dari beragam latar belakang suku, agama, dan golongan. Siswa kurang mampu secara ekonomi pun diberi berkesempatan menuntut ilmu.

Setiap menyebut Perguruan Methodist, yang terbayang biasanya nuansa Kristen Protestan yang kental. Maklum, perguruan ini awalnya didirikan oleh seorang zending Protestan dan terus mengembangkan agama Kristen Protestan. Ini kesan yang melekat bagi masyarakat awam. Namun bagi pengelola dan juga anak didiknya, kesan tadi terasa samar.

Tengoklah, para siswanya berasal dari beragam suku, agama, dan golongan. Ada Batak, Melayu, Jawa, Sulawesi, dan sebagainya. Latar belakangnya ada dari keluarga pedagang, pendidik, pegawai negeri, aparat hukum, dan politisi. Agama yang dianut siswanya pun bermacam-macam, tergantung keyakinan masing-masing. Tapi semuanya rukun dan bersahabat. Semangatnya satu: menuntut ilmu dan meraih prestasi.

Begitulah suasana di Perguruan Methodist, khususnya di SMA Methodist Binjai, Sumatera Utara. “Ini sekolah umum. Kami menerima siswa siapa saja, tanpa memandang SARA (suku, agama, ras, dan antar-golongan). Siswa yang diterima pun tidak ditekankan harus memenuhi kualifikasi tertentu. Yang penting dapat mengikuti peraturan dan disiplin sekolah,” kata Robert, Kepala SMA/Pimpinan Perguruan Metodhist Binjai.

SMA Methodist Binjai adalah salah satu sekolah di lingkungan Perguruan Methodist. Perguruan ini terbagi dua wilayah, yakni wilayah 1 yang berpusat di Medan, mencakup Sumatera Utara sampai Lampung. Sedangkan wilayah 2 meliputi Jakarta, Jawa, hingga Bali. Karena perguruan ini berada di bahwa naungan Gereja, maka seluruh siswa, sesuai dengan agama masing-masing, ditekankan untuk dekat pada Tuhan, menjalankan perintah-Nya, dan menjauhi larangan-Nya.

Dengan kurikulum pendidikan yang memadai, ditambah tenaga pengajarnya yang memenuhi kualifikasi dan berdisiplin tinggi, performa SMA yang didirikan pada 2002 –menyusul play group, TK, SD, dan SMP yang lebih dulu ada– ini cukup menggembirakan. Ia masuk sebagai salah satu sekolah terakreditasi A, dengan nilai mendekati 100. Para siswanya, selain berprestasi akademik, juga punya bakat menonjol yang membanggakan dan kerap memenangkan lomba di tingkat Sumatera Utara atau menjadi wakil Sumatera Utara di tingkat nasional.

Sebutlah Luvitha Fang, salah satu siswa yang selalu menjadi juara lomba bahasa Inggris. Lalu ada Jessica Andreas Napitupulu dan Vivian Cho yang jago melukis serta Setiadi yang jago basket. Di bidang olahraga basket, tahun ini SMA Methodist Binjai menjuarai Pop Mie Basketball di Medan. Tahun lalu menjuarai Kompetisi Honda Development Basketball League (DBL) 2010 seri Sumatera Utara.

Salah satu pebasket andalnya, selain Setiadi, adalah Youngky Leonardo. Prestasi dan postur Youngky yang jangkung dengan tinggi 190 cm membuat klub basket di Surabaya dan Jakarta berniat meminangnya, tapi ditampik Youngky. “Saya lebih sreg di sini (SMA Methodist Binjai),” kata Youngky, yang mengaku merasa nyaman bersekolah dan mengembangkan bakatnya sebagai pebasket di sekolah ini.

SMA Methodist juga punya siswa yang mewakili Sumatera Utara dalam lomba Olimpiade Sains Nasional (OSN). Salah satunya adalah Vincent Steven, yang ikut lomba OSN bidang ekonomi. Menurut Robert, pihak sekolah selalu mendukung dan memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi siswa untuk meraih prestasi di bidang apa saja. “Di sini kami mendidik siswa yang biasa saja menjadi luar biasa,” kata Robert. Sebagian besar lulusan sekolah ini tersebar di berbagai perguruan tinggi ternama. Untuk menunjang kegiatan belajar-mengajar, sekolah yang gedungnya bergaya arsitektur lama ini memiliki fasilitas lumayan lengkap. Ada laboratorium bahasa, kimia, biologi, komputer, dan audio. Selain itu, ada ruang kesehatan, perpustakaan, serta ruang kebaktian para siswa. Semuanya menggunakan pendingin udara. Bahkan setiap ruang kelas, yang dilengkapi LCD projector, diberi alat penyejuk udara.

Pola belajar-mengajar Methodist Binjai lebih banyak menekankan pada bahasa asing dan penguasaan ICT (information, communication, dan technology). “Bila menguasai ICT, kita pasti bisa mengikuti arus globalisasi,” kata Robert pula. Untuk mendorong penguasaan ICT ini, para pengajar di SMA Methodist Binjai praktis harus menguasai ICT pula.

Dengan kualifikasi seperti ini, para guru SMA Methodist Binjai mendapat penghasilan yang layak. “Yayasan Methodist Binjai selalu memperhatikan gaji gurunya. Sebab tidak mungkin peraturan ketat dan disiplin mengajar ditegakkan bila gurunya tidak sejahtera,” kata Robert. Berapa gaji para guru? Robert tak mau menyebut angka. Yang jelas, kata Robert, gaji guru di yayasan ini di atas rata-rata sekolah lainnya.

Menariknya pula, meski butuh dana besar untuk operasional sekolah, termasuk menggaji guru dan karyawan, yayasan yang bersifat swakelola dan swadana ini tidak mematok biaya yang mencekik anak didik. Biaya SPP, misalnya, untuk tingkat SMA hanya Rp 240.000-Rp 245.000 per bulan. Adapun uang pangkalnya diutamakan kerelaan dan kesanggupan calon siswa. Pantaslah di sekolah ini cukup banyak siswa dari keluarga sederhana.

Taufik Alwie dan Averos Lubis

SMA Methodist Binjai

Jalan Jenderal Sudirman Nomor 136, Binjai, Sumatera Utara

– Jam belajar pukul 07.15-13.15 WIB
– SPP Rp 240.000-Rp 245.000 per bulan
– Prestasi sekolah, antara lain, juara lomba bahasa Inggris, basket, dan lomba lukis, wakil Sumatera Utara dalam Olimpiade Sains Nasional

Tentang averoslubis

cute, santai dan yoman sajalah...
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Sekolah Bermutu buat yang Ingin Maju

  1. nemi berkata:

    oke buanggetz deh skolhnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s