HUKUM

Dari Sri Lanka Membobol ATM

Dua pengungsi Sri Lanka membobol anjungan tunai mandiri Bank CIMB Niaga dengan kartu ATM palsu hingga Rp 6 milyar. Jaringan internasional pemalsu kartu ATM beroperasi di Indonesia.

Statusnya memang pengungsi. Namun MK dan KP bukan pengungsi biasa. Dua warga Sri Lanka itu juga anggota jaringan pengedar kartu anjungan tunai mandiri (ATM) palsu yang beroperasi di Indonesia. MK, misalnya, sejak lima tahun tinggal di Indonesia berbekal surat pengungsi dari UNHCR. Ia lancar berbahasa Indonesia dan menikah dengan wanita Indonesia. Istrinya, menurut keterangan polisi, bahkan seorang pedagang yang cukup sukses.

Namun MK rupanya tidak puas dengan rezeki dari berdagang. Berbekal kartu debet palsu CIMB Niaga, ia pun mulai membobol mesin ATM dan menarik dana sebanyak-banyaknya. Untunglah, “karier” kriminalnya tidak berlangsung lama. Awal Januari lalu, MK tertangkap basah saat melakukan penarikan uang di ATM CIMB Niaga di daerah Gambir, Jakarta Pusat. Dari tangannya, polisi menyita uang Rp 57 juta, satu kartu debet palsu, telepon genggam Nokia, dan mobil Suzuki APV atas nama istrinya.

KP, rekan MK sesama warga Sri Lanka, “berkarier” sebagai penjahat sebulan lebih lama. Baru pada akhir Januari ia dicokok. Ia ditangkap saat menarik uang dari ATM CIMB Niaga di kawasan Kebayoran lama, Jakarta Selatan. Dari tangannya, polisi menyita barang bukti lebih fantastis: kartu ATM palsu sebanyak 25 buah dan uang tunai Rp 64,8 juta. “Kartu-kartu ATM itu diduga palsu karena tidak memiliki security hologram Visa atau MasterCard,” kata Inspektur Jenderal Saud Usman, Kepala Divisi Humas Mabes Polri.

Atas kejahatan itu, keduanya dijerat dengan pasal pemalsuan dan pencurian, yakni Pasal 263 ayat 2 KUHP dan Pasal 362 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara. Sedangkan kerugian yang diderita pihak bank, karena aksi pembobolan mereka dilakukan berulang kali, cukup banyak. “Kerugian yang dilaporkan mencapai Rp 6 milyar,” ujar Saud.

Namun sepak terjang jaringan pengedar ATM palsu itu belum selesai dengan penangkapan mereka. Sebab, berdasarkan keterangan polisi, baik MK maupun KP bukanlah pembuat kartu-kartu ATM palsu itu. Mereka hanya pengguna, dan diduga masih ada pengguna lain yang belum tertangkap.

Indikasi itu muncul karena MK dan KP ternyata mengenal satu sama lain. Menurut Saud, awalnya ketika diperiksa, kedua tersangka itu berpura-pura tidak saling kenal. Tujuannya, agar polisi tidak bisa mengendus jaringan yang memasok puluhan kartu ATM palsu itu. Namun sandiwara itu terbongkar juga. “Mereka sempat berusaha menutup-nutupi jaringan yang berada di belakang aksi ini,” kata Saud.

 

Hingga kini, polisi masih terus menelisik jaringan di balik aksi MK dan KP itu. Saud menyatakan bahwa sudah tiga saksi diperiksa. Diharapkan, dari penyelidikan itu, rekan-rekan MK dan KP yang masih bebas akan tertangkap juga.

Keberhasilan polisi meringkus MK dan KP ini bermula dari laporan pihak CIMB Niaga. Denny Suryo, Corporate Secretary PT Bank CIMB Niaga, dalam surat elektroniknya kepada Gatra, menjelaskan bahwa awalnya, Januari lalu, mereka menemukan penarikan dana tunai di luar batas kewajaran. Pihak bank pun melakukan investigasi atas penarikan dana tersebut. “Namun tidak ditemukan adanya keterlibatan orang dalam,” kata Denny.

Dari situ, pihak bank akhirnya melapor ke polisi, yang kemudian melakukan penyelidikan. Denny juga menjelaskan bahwa dalam kasus ini tidak ada kerugian sama sekali pada pihak CIMB Niaga. Pasalnya, kartu-kartu ATM palsu itu tidak menggunakan data CIMB Niaga.

MK dan KP menggunakan kartu ATM palsu berbasis data bank asing yang kebetulan memiliki kerja sama dengan perbankan Indonesia. “Yang dipalsukan adalah kartu debet dari bank penerbit luar negeri. Jadi, bila verifikasi kartu debet palsu itu berhasil, maka bisa digunakan di ATM mana pun,” tutur Denny.

Tapi hal inilah yang justru mengkhawatirkan. Sebab pemalsuan data kartu debet bank asing (tapi menarik uang di negara lokal) adalah modus lama yang berulang kali digunakan para pengungsi. Kasus seperti ini juga terjadi di India, Australia, dan Kanada. Dan, lagi-lagi, para pengungsi Sri Lanka terlibat. Modusnya, para pengungsi itu mendapat data pemegang kartu debet asli dari jaringan mereka di luar negeri. Kartu ATM palsu lalu dibuat di negara lokal (lihat: Jaringan Pemalsu Asal Sri Lanka).

Keterlibatan para pengungsi Sri Lanka dalam pemalsuan kartu ATM memang memiliki riwayat panjang. Menurut buku Business Confronts Terrorism (2004), karya Dean Alexander, rekam jejak itu bermula dari taktik yang digunakan kelompok pemberontak Tentara Pembebasan Tamil Eelam (LTEE) yang menjadikan pemalsuan kartu ATM sebagai cara untuk membiayai operasi mereka.

Meski kini LTTE telah dikalahkan tentara Pemerintah Sri Lanka, aktivitas pemalsuan kartu ATM sepertinya masih terus berlanjut. Apalagi, dengan banyaknya warga Sri Lanka yang mencari suaka ke negara lain, “pasar” jaringan pemalsu itu terbuka lebar.

Basfin Siregar dan Averos Lubis

***

Jaringan Pemalsu Asal Sri Lanka

Agustus 2011 Pemerintah Australia menangkap tiga pengungsi asal Sri Lanka atas tuduhan memalsukan kartu ATM. Ketiga pengungsi itu terbukti sebagai bagian dari jaringan internasional. Data kartu ATM yang dipalsukan dicuri dari para nasabah ATM di Inggris. Data itu lalu dikirim ke Australia via e-mail. Kartu ATM palsu dibuat di Australia dan penarikan dilakukan di ATM bank-bank setempat. Ketiga orang itu dapat menarik dana sampai US$ 40.000 sebelum ditangkap.

November 2011 Pemerintah India menangkap lima warga negara Sri Lanka atas pemalsuan kartu ATM. Mereka membuat 1.000 kartu ATM palsu dan melakukan penarikan dana secara massif sampai Rp 73 milyar. Kepada polisi India, pelaku mengaku, data untuk pembuatan kartu ATM palsu itu disuplai jaringan di luar negeri.

November 2011 Polisi Kanada menangkap empat warga Sri Lanka berstatus pengungsi dan satu warga Kanada atas tuduhan melakukan pemalsuan kartu ATM dan pencurian. Dalam penangkapan, polisi berhasil menyita puluhan kartu debet palsu dan uang tunai US$ 35.000.

 Majalah GATRA Edisi 15 / XVIII 22 Peb 2012

 

Tentang averoslubis

cute, santai dan yoman sajalah...
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s