LAPORAN UTAMA

Gelombang Demo Menentang Kenaikan Harga BBM

Sepanjang Maret lalu, tercatat 1.063 aksi unjuk rasa menolak rencana pemerintah menaikkan harga BBM yang berlangsung di penjuru Tanah Air. Sayangnya, diwarnai kericuhan dan aksi perusakan.

Seribu lebih aksi unjuk rasa, puluhan ribu demonstran, kobaran api, dan ledakan gas air mata. Batu-batu beterbangan, peluru karet berseliweran. Ditambah pula dengan teriakan perlawanan berbaur jerit kesakitan. Itulah rangkaian aksi demo beserta ”pernak-perniknya” yang terjadi di penjuru Tanah Air sepanjang Maret lalu dalam rangka menentang niat pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).

Hasilnya, yang tampak kasatmata, sejumlah pengunjuk rasa dan aparat keamanan terluka, darah berceceran. Pagar halaman Gedung DPR dirobohkan. Pos polisi dihancurkan, kendaraan polisi dibakar. Tak bisa disangkal, unjuk rasa besar-besaran secara simultan itu sempat berkembang ricuh di banyak tempat.

Di Jakarta, bentrok keras para pengunjuk rasa dengan aparat kepolisian terjadi di kawasan Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Kamis malam pekan lalu, sehari menjelang rapat paripurna DPR untuk membahas rencana kenaikan harga BBM yang dibungkus dalam wadah bertajuk Undang-Undang APBN-P 2012.

Ratusan mahasiwa Universitas Persada Indonesia YAI dan Universitas Kristen Indonesia (UKI) yang berunjuk rasa dipukul mundur ke kampus mereka oleh aparat keamanan. Ratusan polisi, dibantu anggota TNI, berjaga di luar kampus Universitas Persada dan UKI. Polisi juga menyisir mahasiswa yang berlindung di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBHI), tak jauh dari situ.

Mahasiswa yang tertahan di kampusnya melakukan perlawanan dengan membakar petasan. Polisi membalas dengan melemparkan batu. Pecahan kaca dan batu berserakan di sepanjang Jalan Diponegoro. Gas air mata melayang-layang di udara. Bangkai motor dan mobil polisi yang gosong teronggok pula di situ. Dalam kericuhan ini, terjadi pemukulan terhadap polisi. Sebaliknya, sejumlah mahasiswa babak belur digebuki. Dilaporkan pula, beberapa mahasiswa terluka terkena peluru karet.

Sehari berselang, juga pada malam hari, bentrok massal meletup hebat di halaman Gedung DPR. Belasan ribu buruh, mahasiswa, dan masyarakat berhadapan dengan aparat keamanan setelah mereka berhasil menjebol pagar halaman gedung wakil rakyat itu. Bentrokan ini dipicu aksi pelemparan bom molotov ke arah polisi.

Polisi menuding, bom molotov itu dilemparkan mahasiwa pengunjuk rasa. Namun pihak pengunjuk rasa menampiknya dan menuding pelakunya adalah provokator yang disusupkan. Polisi berhasil memaksa pengunjuk rasa keluar dari halaman gedung. Sejumlah demonstran dan polisi terluka. Di dalam Gedung DPR, sekitar 10 mahasiswa yang ikut menyimak rapat paripurna sempat pula menyerukan penolakan kenaikan harga BBM, layaknya sedang berdemo di jalanan.

Pukul 22.00, pengunjuk rasa di sekitar Gedung DPR membubarkan diri. Namun unjuk rasa di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, terus berlanjud hingga tengah malam. Bentrokan antara pengunjuk rasa dan aparat keamanan juga meletup di berbagai kota, seperti Malang (Jawa Timur), Purwokerto (Jawa Tengah), Makassar (Sulawesi Selatan), dan Medan (Sumatera Utara). Bentrokan di Makassar dan Medan pun berlangsung hingga malam;hari. Empat mahasiswa dalam aksi unjuk rasa di Medan tertembak peluru karet.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Inspektur Jenderal Saud Usman Nasution, mengatakan bahwa aksi demo itu melanggar aturan. Selain beraksi melewati waktu –melebihi pukul 18.00– para pengunjuk rasa juga membawa benda-benda yang mengancam keselamatan orang di tempat umum. Terkait waktu berdemo yang molor, Saud mengingatkan, ”Demo malam itu tidak akan menjadi preseden bahwa demo malam diperbolehkan.”

Pasca-rapat paripurna DPR yang mengesahkan Undang-Undang APBN-P dengan tambahan Pasal 7 ayat (6a), aksi demo masih terus berlangsung di beberapa kota, tapi intensitasnya menurun. Tuntutannya pun, seperti diteriakkan mahasiswa pengunjuk rasa di Makassar, adalah pembatalan pasal itu. Koresponden Gatra di Makassar, Ridwan Marzuki, melaporkan bahwa para mahasiwa juga memfokuskan diri untuk mendorong dan mengawal uji materiil Pasal 7 ayat (6a) itu.

Hingga akhir Maret, menurut perhitungan polisi, unjuk rasa pada bulan itu terkait penolakan kenaikan harga BBM tercatat 1.063 kali. Angka ini mencakup pula aksi demo yang melibatkan sejumlah kepala daerah dan wakil kepala daerah yang merupakan kader PDI Perjuangan. Frekuensi unjuk rasa pada bulan Maret ini jauh melonjak dibandingkan dengan unjuk rasa dengan tema serupa pada bulan sebelumnya yang cuma 12 kali.

Rangkaian aksi unjuk rasa itu memang tidak cukup mampu menolak kenaikan harga BBM tanpa syarat. Namun cukup sukses mencegah kenaikan harga BBM, setidaknya untuk beberapa waktu. Buktinya, DPR dan pemerintah mengambil ”jalan tengah”, dengan memunculkan Pasal 7 ayat (6a) Undang-Undang APBN-P 2012. Harga BBM tidak jadi dinaikkan per 1 April sesuai dengan rencana pemerintah. Tapi, dengan pasal tambahan itu, pemerintah mendapat keleluasaan menetapkan harga BBM sesuai dengan mekanisme pasar.

Kalangan pengunjuk rasa meyakini, pembatalan kenaikan harga BBM dengan opsi itu merupakan dampak aksi unjuk rasa massif. Ketua Badan Eksekutif Mahasiwa (BEM) Universitas Indonesia, Faldo Maldini, juga berpendapat demikian. ”Andai kata mahasiswa dan masyarakat tidak berdemo seperti ini, saya yakin harga BBM dinaikkan,” kata Faldo kepada Fitri Kumalasari dari Gatra. Ia menyayangkan unjuk rasa itu sempat diwarnai kericuhan.

Pengamat sosial dan politik, Fajroel Rahman, mengamininya. Menurut Fajroel, tanpa demo massif yang melibatkan elemen mahasiswa, kaum buruh, dan profesional, harga BBM pasti dinaikkan per 1 April ini. Tokoh Malari 1974, Hariman Siregar, mengingatkan agar pemerintah jangan menganggap enteng aksi demo menentang kenaikan harga BBM itu, karena mereka mewakili aspirasi rakyat yang tidak menghendaki harga BBM naik.

Taufik Alwie, Deni Muliya Barus, Anthony, dan Averos Lubis

Majalah GATRA http://arsip.gatra.com/2012-04-02/majalah/

Tentang averoslubis

cute, santai dan yoman sajalah...
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s