NASIONAL

Bus Maut di Simpang Kongsi

Kecelakaan lalu lintas pada awal 2012 masuk kategori menonjol dari segi jumlah korban. Ribuan jiwa dan ratusan milyar rupiah “terbuang” sia-sia di jalan raya setiap tahun.

Agus pun mengklaksonnya. Namun bus trayek Garut-Jakarta tujuan Jakarta itu terus melaju dengan kecepatan sekitar 60 kilometer per jam. Agus membanting stang motor ke kiri, keluar jalan untuk menghindari tabrakan. Agus selamat. Namun nahas bagi mobil Pajero di belakangnya. Bus langsung menghajar mobil itu dan menyeruduk sepeda motor Supra X 125 yang berada di sampingnya. Penumpang sepeda motor ini tewas saat itu juga.

Bus yang dikemudikan Lukman Iskandar, 43 tahun, itu terus melaju liar, menabrak mobil Suzuki APV, menghantam dua mobil boks yang memuat bunga dan sayuran, serta menghajar bus Doa Ibu yang sedang mengambil penumpang.

Karunia Bakti kemudian terpental melabrak angkot, Toyota Avanza, dan Nissan Grand Livina dari arah berlawanan. Bus itu juga menghajar beberapa kios, termasuk lapak bakso Ojo Lali, yang menewaskan penjualnya, Aisyah. Karunia Bakti baru terhenti setelah tersuruk menghunjam halaman Vila Syailendra. ”Saya terkejut dan takut,” kata Agus mengenang peristiwa Jumat sore pekan lalu itu.

Azan magrib yang berkumandang bercampur dengan jerit tangis. ”Sangat mengerikan,” kata Ade Rahmat, sopir truk pengangkut pasir yang mangkal di simpang Pasar Cisarua. Pasca-kejadian itu, menurut Ade, suasana sekitar simpang Cisarua atau kerap disebut Simpang Kongsi seperti medan perang. “Darah berceceran di mana-mana.” katanya.

Pecahan kaca berserakan, peralatan masak dari kios yang tertabrak berhamburan di jalan. Akibat kejadian itu, 15 orang tewas dan 47 lainnya mengalami luka-luka. Korban adalah penumpang dan warga sekitar tempat kejadian.

Lukman Iskandar, sang sopir, lolos dari maut setelah melompat sebelum bus nyungsep. Ia langsung melarikan diri ke rumahnya di Garut karena takut dihakimi massa, untuk selanjutnya menyerahkan diri ke Polres Garut.

Sebelum kecelakaan maut itu terjadi, kepada polisi Iskandar menuturkan, ada yang tidak beres pada ban belakang sebelah kanan busnya, disertai bau minyak rem terbakar. Sesampai di pos pemeriksaan PO Karunia Bakti, tak jauh dari simpang tiga Taman Safari, Cisarua, kernet bus itu sempat memeriksa sistem pengereman.

Setelah dirasa rem kembali berfungsi normal, bus itu melanjutkan perjalanan. Namun, baru saja bus melaju 500 meter, Iskandar kaget karena bus tak bisa direm, sehingga terjadilah kecelakaan itu.

Tapi terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa penyebab kecelakaan itu semata-mata karena rem blong. Menurut Soeroyo Alimoeso, Dirjen Perhubungan Darat (Hubdat) Kementerian Perhubungan, yang langsung meluncur ke tempat kejadian, penyebab kejadian itu baru diketahui setelah Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan polisi melakukan investigasi.

Yang jelas, Soeroyo menyatakan bahwa bus yang mengalami kecelakaan itu tidak ada dalam daftar izin trayek. Bus itu tahun 2009, sudah diganti dengan yang baru. Artinya, bus itu sudah tidak punya izin operasi. “Jadi, perusahaannya yang mempertanggungjawabkan itu,” katanya kepada Ageng Wuri R.A. dari Gatra.

Menurut Kepala Bagian Penerangan Umum Polri, Komisaris Besar Boy Rafli Amar, sopir yang membawa penumpang di bus Karunia Bakti telah ditahan di Polda Jawa Barat. Dari temuan awal di lapangan, menurut dia, kelayakan kendaraan itu diragukan. “Rem tidak standar,” ujarnya kepada Gatra.

Sementara itu, Ketua KNKT, Tatang Kurnia, mengungkapkan bahwa tabrakan itu terjadi lantaran kecepatan bus yang tinggi. Kemudian kondisi jalur jalan Puncak menuju Jakarta yang menurun. Dia menargetkan, investigasi kasus kecelakaan di Cisarua itu dapat selesai dalam waktu tiga bulan. Sepakat dengan kepolisian, temuan awal KNKT mengarah pada rem yang tidak beres. “Rem bus tidak berfungsi dengan baik saat jalan menurun,” kata Tatang.

Nahas yang menimpa Karunia Bakti itu menambah daftar panjang kecelakaan bus yang terjadi pada paruh pertama Februari 2012. Sehari sebelum kejadian di Cisarua itu, bus Sumber Kencono mengalami kecelakaan dan terjatuh ke dalam sungai di Jembatan Glodog, jalan raya Magetan-Ngawi, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Akibatnya, dua orang tewas dan belasan lainnya terluka. Korban tewas adalah penumpang bus dan penumpang sedan.

Bus Sumber Kencono bernomor polisi W-7666-UY itu masuk ke sungai setelah bertabrakan dengan sedan bernomor polisi AG-1663-V dari arah berlawanan. Pada saat itu, sedan meluncur di jalur kanan dan terjadi tabrakan antarmuka di atas jembatan. Sumber Kencono yang melaju dari arah Ngawi menuju Madiun dan mengangkut penumpang 15 orang itu pun terjun ke sungai. Sedangkan sedan menyangkut di pagar jembatan.

Masih di Ngawi, empat hari kemudian, bus Mira bernomor polisi S-7186-US jurusan Surabaya-Yogya yang dikemudikan David Doda, 40 tahun, menabrak pohon mahoni di jalan raya Ngawi-Magetan, Desa Tempuran, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Subuh itu, Mira melaju kencang dari Madiun menuju Ngawi. Dari arah berlawanan, truk gandeng bermuatan pupuk bernomor polisi AG-8316-UA berbelok, menyeberang jalan.

Ekor gandengan truk yang dikemudikan Hardjo, 50 tahun, itu masih melintang di jalan ketika kepalanya sudah masuk halaman gudang. Sopir bus Mira yang melihat ekor truk itu melintang langsung membanting setir ke kanan dan menabrak pohon mahoni di tepi jalan. Akibatnya, empat orang tewas.

Menanggapi tiga kecealakan bus beruntun itu, Soeroyo Alimoeso mengatakan bahwa semua itu musibah, karena penyebabnya bukan bus itu sendiri. Untuk kecelakaan di Cisarua, memang bus yang jadi biang keladinya. Tapi kecelakaan di Ngawi terjadi karena kendaraan lain. “Seperti bus Mira itu. Saat itu pukul tiga pagi, jalanan ke Ngawi masih sepi,” katanya.

Namun tiba-tiba ada kendaraan lain yang menghalangi jalan. Secara refleks, sopir akan menghindarinya. “Menghindar dan akhirnya terjadi kecelakaan. Manusiawi, kalau hendak menabrak sesuatu, pasti menghindar,” ujarnya.

Menurut Soeroyo, salah satu penyebab kecelakaan itu adalah pertumbuhan mobil pribadi yang meningkat. Yaitu 10%-15% per tahun. Begitu pula sepeda motor. Menurut penelitian Dirjen Hubdat, 80% kecelakaan terjadi karena kesalahan manusia. Sisanya bermacam-macam sebab, antara lain infrastruktur, cuaca, dan kendaraan.

Karena itu, pihaknya mempertimbangkan sanksi untuk pengemudi yang ugal-ugalan. Dia mencontohkan, bus Sumber Kencono yang ditabrak dan menghindar akan dipertimbangkan lagi. “Kasihan busnya baru-baru. Sumber Kencono yang ditabrak itu bus baru dibeli,” katanya. Sedangkan kasus Cisarua masih diteliti.

Yang jelas, tiga kecelakaan beruntun pada awal tahun itu menambah angka kecelakaan di Indonesia. Data Polri menunjukkan, pada 2010, angka kecelakaan mencapai 109.319 kejadian, dengan korban tewas mencapai 31.234 jiwa. Pada 2011, angka kecelakaan meningkat menjadi 109.776, dengan korban tewas 31.185. Kerugian materiil pada 2010 mencapai Rp 143,16 milyar dan pada 2011 melonjak menjadi Rp 286,10 milyar.

Angka-angka itu menunjukkan, setiap satu jam terdapat 3-4 orang meninggal di jalan raya. Lebih-kurang, saban hari terjadi 301 kecelakaan dan mengakibatkan 85 orang tewas. Adapun sejak Januari hingga 13 Februari 2012, terjadi 10.169 kecelakaan, dengan korban tewas 1.618 jiwa dan kerugian materiil Rp 22,99 milyar.

Wakil Kepala Korps Lalu Lintas Mabes Polri, Brigadir Jenderal Didik Purnomo, mengatakan bahwa kecelakaan di awal tahun 2012 masuk kategori menonjol versi kepolisian jika dilihat dari jumlah korban tewas. Sebelum kasus Cisarua, masih segar dalam ingatan kasus Xenia maut di Tugu Tani, Jakarta, yang menelan korban sembilan jiwa.

Kemudian kasus bus Maju Jaya yang masuk jurang sedalam 10 meter di jalur Wado-Sumedang, Jawa Barat. Kecelakaan pada 1 Februari lalu itu menewaskan 12 penumpangnya dan melukai 18 orang lainnya. “Kriteria paling banyak terjadi pada 2012, utamanya adalah dengan korban massal,” katanya. Didik menegaskan, aspek yang mempengaruhi terjadinya kecelakaan lalu lintas adalah kendaraan tidak laik jalan dan kondisi sopir saat menyetir.

Rohmat Haryadi, Averos Lubis, dan Andya Dyaksa

Majalah GATRA Edisi 15 / XVIII 22 Peb 2012

Tentang averoslubis

cute, santai dan yoman sajalah...
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s