APA & SIAPA

Suryani Sidik Motik & Proyek Ideal Wanita

Pendidikan tinggi dan suami yang mengerti kebutuhan aktualisasi istri.

Agar wanita dapat menjalankan peran optimal sebagai ibu, istri, dan wanita karier, sekurangnya ada dua bekal yang harus dipenuhi. Yaitu, pendidikan tinggi dan suami yang mengerti kebutuhan aktualisasi istri. ”Bekal itu dapat digunakan untuk melawan konstruksi budaya yang membuat wanita sulit maju,” begitu kata Ketua Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia, Suryani Sidik Motik, 54 tahun.

Peraih gelar MBA dari Maryland University, Amerika Serikat, dan gelar doktor administrasi niaga dari Universitas Indonesia ini, memulai proyek ”ideal”-nya itu dengan susah payah. Misalnya, pada 1994 saat bekerja sebagai hakim pajak, ia harus membagi waktu antara pekerjaan dan memberi ASI kepada anak keduanya. Tidak jarang, suaminya, Faizal Iskandar Motik, 59 tahun, datang ke kantor Suryani demi memberikan sang anak ASI eksklusif. ”Untung kantor saya dekat rumah,” kisahnya kepada Averos Lubis dari Gatra.

Dua puluh lima tahun lalu, Suryani memilih Faizal sebagai pasangan hidup dengan berbagai pertimbangan. Di antaranya, sang suami adalah anggota keluarga Motik (adik Kemala Motik dan Dewi Motik Pramono) yang terbiasa dengan budaya perempuan berpendidikan tinggi dan berwirausaha. ”Suami saya mendukung saya berkarier,” ujar ibu dari Badaruddin Rahman Motik, 24 tahun, dan Tahlia Salima Motik, 21 tahun, itu.

Soal dukungan suami, Suryani memaparkan sebuah hasil penelitian menarik. Saat menjabat sebagai Ketua Umum Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) 1997-2007, Suryani bekerja sama dengan ILO (International Labour Organization), organisasi PBB yang mengurusi buruh, membuat penelitian tentang tantangan perempuan Indonesia dalam membangun usaha kecil menengah (UKM). Salah satu hasilnya adalah peluang keberhasilan dalam membangun UKM lebih tinggi jika mendapat persetujuan dari suami.

Kini, Suryani merasa lebih mudah mengatur waktu untuk menjalankan begitu banyak pekerjaan. Dua anaknya sudah mandiri. Sebab itu, selain sibuk di HPPI, Suryani bisa melakoni pekerjaan sebagai Direktur Eksekutif WEConnect International di Washington, AS. Ia juga disibukkan sebagai Bendahara Palang Merah Indonesia dan wara-wiri jadi pembicara seminar di dalam dan luar negeri, serta mengajar di The School of Business and Management Institute Teknologi Bandung (SBM ITB).

Majalah GATRA Edisi  25 / XXI 29 Apr 2015

Tentang averoslubis

cute, santai dan yoman sajalah...
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s