EDISI KHUSUS

Bus Sekolah Gratis Asa Kasea
Kondisi geografis dan perekonomian membuat akses memperoleh pendidikan sangat minim. Melalui program bus sekolah gratis, Pemkab berhasil menciptakan akses pendidikan yang lebih mudah, murah, dan cepat.

Lokasi gedung-gedung SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK di Kabupaten Pakpak Bharat pada umumnya tidak di jalur transportasi strategis dan jauh dari permukiman penduduk. Kondisi ini membuat peserta didik tidak dapat hadir tepat waktu di sekolah. Sebab, 80% di antaranya harus berjalan kaki ke sekolah. Jarak tempuhnya bervariasi antara 1 hingga 11 kilometer.

Bupati Pakpak Bharat, Remigo Yolando Berutu, tergugah melihat anak-anak sekolah bila hendak bersekolah harus menempuh jarak yang jauh dari rumah. Selain itu, rendahnya pendapatan masyarakat berdampak kepada motivasi siswa untuk memperoleh pendidikan. Hal itu ditambah lagi minimnya alat transportasi umum.

Melihat kondisi itu, Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat meluncurkan kebijakan pengadaan bus sekolah gratis yang sudah dimulai sejak tahun 2009 hingga 2013. Kehadiran program “Layanan Bus Sekolah Gratis Asa Kasea” (LBSGAK) menjadi terobosan untuk mengatasi berbagai persoalan pendidikan di kabupaten tersebut.

Menurut Remigo, pada awal 2010, tedapat empat bus sekolah gratis yang telah dinikmati para pelajar mulai dari SD sampai SMA. Tahun 2015 ini armada bus sekolah gratis ditambah lagi sebanyak delapan unit. Hal itu demi meningkatkan layanan pendidikan dan akses memperoleh pendidikan. “Tujuannya untuk mencerdaskan bangsa dan meningkatkan sumber daya manusia khususnya di Kabupaten Pakpak Bharat,” tuturnya, Jumat, 31 Juli 2015.

Dengan adanya LBSGAK tersebut beban orangtua menjadi lebih ringan. Motivasi peserta didik dalam proses belajar mengajar pun meningkat. “Program bus sekolah gratis ini merupakan yang pertama kali di Sumatera,” ujarnya. Bupati berharap program tersebut akan menciptakan akses pendidikan yang lebih mudah, murah, dan cepat.

Hal itu tidak lepas dari kampanye bupati agar siswa-siswi sekolah di Pakpak Bharat melakukan tiga tugasnya. “Yaitu belajar, belajar dan belajar,” ujarnya. Ke depan Remigo meminta seluruh generasi emas Pakpak Bharat sekolah dengan baik dan tekun. Sebab, menurutnya, kesempatan sudah dibuka dengan seluas-luasnya. Lalu tinggal siswa yang harus berusaha untuk meraihnya hingga menjadi sarjana yang berguna bagi Kabupaten Pakpak Bharat.

“Saya berharap ke depannya tidak ada lagi pelajar yang putus sekolah dan tidak ada lagi yang tidak mau bersekolah,” katanya. Bupati berpesan bahwa ilmu pengetahuan adalah kekuatan. Untuk mengingatkan itu, pada badan bus tampak kata-kata motivasi bertulisan:Knowledge is Power. Remigo menjelaskan dengan ilmu pengetahuan manusia dapat menaklukan dunia. Adapun membaca adalah jendela dunia. “Dengan membaca kita dapat mengetahui isi dunia,” ujarnya.

Remigo mengakui dukungan pemerintah pusat membuat pihaknya semakin giat menciptakan pelayanan publik yang prima dan optimal. Program ini guna mendukung program pemerintah pusat untuk menghadirkan tata kelola pemerintah berkelas dunia. “Salah satu lokomotifnya adalah birokrasi yang simpel dibantu dengan orang-orang profesional di bidangnya,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pakpak Bharat, Jalan Berutu, menjelaskan untuk 2015, sebanyak delapan bus sekolah beroperasi setiap harinya dengan jadwal dua kali dalam satu hari. Pukul 05.30 WIB dan penyesuaian dengan jam pulang sekolah. Dalam teknis pelaksanaannya, pelajar tidak perlu membeli karcis. “Cukup dengan mengenakan pakaian seragam sekolah, mereka bisa langsung naik bus gratis,” katanya.

Jalan Berutu mengemukakan dengan adanya penambahan armada bus, maka terjadi perubahan rute. Total ada delapan rute bus yang menjangkau sejumlah pemukiman warga dan menghubungkannya berbagai sekolah dari tingkat sekolah dasar, sekolah menengah pertama, hingga sekolah menengah atas.

Bus sekolah gratis tersebut dari hasil evaluasi berdampak positif dan bermanfat bagi anak sekolah. Mereka dapat hadir tepat waktu saat berangkat ke sekolah, dan sebaliknya saat pulang ke rumah masing-masing. Selain itu, biaya naik angkutan umum yang harus dikeluarkan oleh orangtua siswa dapat digunakan untuk kebutuhan hidup yang lainnya.

Kabupaten Pakpak Bharat merupakan daerah pemekaran. Dibentuk dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2003 tentang pembentukan Kabupaten Nias Selatan, Kabupaten Pakpak Bharat, dan Kabupaten Humbang Hasundutan di Provinsi Sumatera Utara. Pemkab sejak awal menjadikan sektor pendidikan prioritas utama bersama kesehatan dan pertanian. Alokasi anggaran sektor pendidikan beberapa tahun terakhir berada di atas 20% dari total APBD.

Program LBGSAK ini telah berhasil meningkatkan angka partisipasi murni (APM) dan angka partisipasi kasar (APK) dalam pendidikan juga telah menarik hati masyarakat. Selain itu, peserta didik merasakan kenyamanan dalam kegiatan pendidikan, berlatih disiplin, dan berbudaya tertib, serta kepercayaan masyarakat atas kinerja Pemkab menjadi meningkat.

G.A. Guritno, Averos Lubis, dan Imanuel Manalu (Pakpak Bharat)

Majalah GATRA Edisi  41 / XXI 19 Agu 2015

Tentang averoslubis

cute, santai dan yoman sajalah...
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s